SEJARAH AABI

Sejarah Anemer Aspal dan Beton Indonesia
Pembangunan prasarana jalan di Indonesia adalah sektor pembangunan yang vital, menghubungkan sentra industri dan ekonomi ke sentra pemukiman secara efektif sehingga roda perekonomian dapat berjalan lancar. Pemerintah RI melalui beberapa kebijakannya mendukung pengembangan pembangunan prasarana jalan sebagai pendukung pembangunan ekonomi Indonesia.
Dewasa ini, pembangunan jalan dengan konstruksi Hotmix mengalami peningkatan pesat, hal ini didukung dengan semakin banyaknya perusahaan pengelola Asphalt Mixing Plant (AMP) baik di tingkat Propinsi maupun Kabupaten. Akan tetapi belum ada organisasi berskala nasional yang menghimpun Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan jalan, jembatan dan landasan yang terikat pada kesamaan di bidang teknologi ‘Aspal Beton’. Memang sudah ada Asosiasi Pengusaha AMP (ASPAMP), akan tetapi terbatas hanya di Pulau Jawa dan Bali.
Gagasan untuk membentuk wadah perusahaan pengelola AMP dicetuskan oleh Ir. Moch. Chamim (mantan Ketua Aspamp Jawa Timur), yang kemudian mengajukan gagasan tersebut pada Pertemuan Asosiasi Aspal yang ada di Jawa dan Bali pada tanggal 16 Agustus 1999. Ditindaklanjuti dengan pertemuan di Semarang pada tanggal 23 September 1999 dengan Paguyuban AMP Jawa Tengah sebagai penyelenggara, yang menghimpun 12 Utusan Asosiasi. Lahirnya Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) pada tanggal 9 Agustus 1999 memperkuat keinginan untuk segera mewujudkan organisasi aspal beton tersebut.
Gagasan mewujudkan organisasi aspal beton mendapat dukungan pula dari para Kontraktor Jalan, para Pemilik AMP dan organisasi aspal yang sudah ada dan menyatakan kesediaan untuk lebur menjadi satu, yaitu :
- Drs. Tagor L. Radja dari Perkumpulan Konst. Aspal Beton DKI (berdiri sejak1980).
- Ir. Mustika Rohadi (alm) dari Paguyuban Pemilik AMP Jawa Tengah (berdiri sejak 1989).
- Ir. Bambang Irawan dari Aspamp Bali (berdiri sejak 1994).
- Ir. Ishak Efrin dari Paguyuban Pemilik AMP Jawa Barat (1996).
Melalui Munas I di Denpasar pada tanggal 4 Desember 1999 dengan dihadiri oleh 16 utusan Asosiasi dari 16 Propinsi akhirnya disepakati terbentuknya Asosiasi Aspal Beton Indonesia sebagai wadah perhimpunannya para pelaksana jasa konstruksi jalan, jembatan dan landasan (DRTT BM/R) yang memiliki AMP. Tujuan asosiasi ini adalah menghimpun, membina, mengembangkan kemampuan dan kegiatan serta mendorong kerjasama usaha antar perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan jalan, jembatan dan landasan yang terikat kesamaan teknologi Aspal Beton dan memiliki AMP, dalam kedudukannya sebagai pelaku-pelaku ekonomi nasional agar menjadi sehat dan kuat.
Sejalan dengan perkembangan teknologi dan peningkatan kebutuhan pembangunan infrastruktur, para kontraktor pelaksana pekerjaan jalan, jembatan dan landasan yang selama ini bergabung di AABI dengan persyaratan kepemilikan peralatan dengan teknologi khusus yaitu AMP saja dan memerlukan transformasi ke arah kontraktor khusus pelaksana jalan baik fleksibel dan/atau rigid termasuk pembangunan infrastruktur terkait dengan transportasi darat, laut dan udara. Oleh karena itu memerlukan persyaratan keanggotaan yang memiliki peralatan seperti AMP, Concrete Batching Plant, Peralatan Pendukung Khusus Pelaksanaan Pekerjaan Jalan fleksibel dan rigid. Sehingga pada saat MUNAS ke 5 AABI tanggal 6 Desember 2014 nama Asosiasi Aspal Beton Indonesia berubah menjadi Asosiasi Aspal dan Beton Indonesia.