Pelaksanaan Munas Ke 6 AABI 2019 di Jakarta Berlangsung Sukses

Munas AABI 2019

Penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) ke 6 AABI 2019 yang digelar pada tanggal 4-5 Desember 2019 di Hotel Grand Kemang, Jakarta berlangsung sukses dan berhasil membentuk kepengurusan baru DPP AABI masa bhakti 2019-2024, serta menyusun program kerja dalam 5 tahun ke depan, dalam rangka mendukung program pemerintah, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

Seiring dengan dengan berakhirnya masa bhakti kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Aspal Beton Indonesia (DPP AABI) periode 2014-2019 pada tanggal 3 Desember 2019, maka pada tanggal 4-5 Desember 2019 bertempat di Hotel Grand Kemang, Jakarta, DPP AABI menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) ke 6 AABI 2019.

Dalam Munas ke 6 AABI tersebut, juga mengagendakan beberapa hal, antara lain: melaksanakan pemilihan pengurus DPP AABI periode 2019-2024, menyusun program kerja dalam 5 tahun ke depan, serta mengagendakan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disesuaikan dengan dinamika dunia jasa konstruksi terkini yang mengalami banyak perubahan, baik dari sisi regulasi maupun penerapan teknologi, dalam rangka menyongsong sasaran atau target (goal) pemerintah yang masih memfokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

Penyelenggaraan Munas ke 6 AABI 2019 dihadiri oleh sekitar 150 peserta/undangan, yang terdiri dari: perwakilan 25 DPD AABI seluruh Indonesia, seluruh Pengurus DPP AABI priode 2014—2019, tamu undangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), perwakilan dari beberapa asosiasi, para stakeholder serta para mitra kerja. Nampak hadir pula pada acara pembukaan Munas ke 6 AABI 2019, antara lain: Dirjen Bina Konstruksi-Dr. Ir. Syarif Burhanuddin, M.Eng mewakili Menteri PUPR yang berhalangan hadir, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR – Ir. Sugiyartanto, MT, Peneliti dari Program Studi Teknik Sipil dan Lingkungan UGM-Prof. Dr. Ir. Hary Christiady Hardiyatmo, M.Eng., DEA (Pakar Perkerasan dan Geoteknik) dan Prof. Ir. Bambang Suhendro, M.Sc., Ph.D (Pakar Struktur Beton), Ketua Umum BPP Gapensi-H. Iskandar Z. Hartawi, dan para perwakilan dari mitra kerja AABI.

Menteri PUPR dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Dirjen Bina Konstruksi-Dr. Ir. Syarif Burhanuddin, M.Eng pada acara pembukaan Munas ke 6 AABI 2019 menyampaikan, bahwa AABI sebagai wadah perusahaan pelaksana jasa konstruksi jalan, yang terikat oleh kesamaan teknologi aspal beton, diharapkan dapat mendukung Rantai Pasok MPK dan SDM Unggul bidang jasa konstruksi Indonesia, menuju Industri Konstruksi 4.0 yang ditunjang dengan peraturan yang mendukung spesialisasi di bidang konstruksi.

Karena itu, penyelenggaraan Munas ke 6 AABI 2019 yang mengangkat tema: “Menuju Industri Konstruksi 4.0 Ditunjang Dengan Peraturan Yang Mendukung Spesialisasi Di Bidang Konstruksi”, dengan subtema: “Mendukung Rantai Pasok MPK & SDM Unggul Bidang Jasa Konstruksi Indonesia”, merupakan hal yang sangat strategis, karena siap tidak siap seluruh komponen pelaku usaha di Indonesia, termasuk usaha jasa konstruksi anggota AABI, harus menyiapkan diri menuju era Industri Konstruksi 4.0. Untuk itu, AABI diharapkan dapat segera menyiapkan anggotanya sejak dini, agar mampu mendukung Rantai Pasok MPK dan SDM Unggul bidang jasa konstruksi Indonesia, serta dapat bersaing merebut pasar jasa konstruksi, khususnya di bidang pekerjaan infrastruktur jalan.Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bina Konstruksi menyampaikan, bahwa AABI sebagai pembina usaha jasa konstruksi, kini terlihat kondisinya semakin menurun.

Untuk itu, harus berusaha bangkit lagi dan harus ditingkatkan perannya dalam membina anggotanya berkiprah bermitra dengan pemerintah untuk membangun infrastruktur. Ke depan, banyak sekali tantangan yang terkait dengan AABI, dimana mulai tahun ini pemerintah tetap akan fokus dalam pembangunan infrastruktur, dengan melanjutkan pembangunan 1.500 km jalan tol (setelah 5 tahun sebelumnya berhasil membangun 1.000 km jalan tol dan pada tahun ini diharapkan bisa mencapai 1.800 km), dan juga pembangunan jalan baru yang akan ditingkatkan menjadi menjadi 2.500 km.

Selanjutnya, Syarif juga menyampaikan, bahwa dalam percepatan pembangunan infrastruktur juga berhadapan dengan masalah supply chain, dimana dengan kesiapan rantai pasok sangat terkait dengan ketersediaan atau kesiapannya, baik dari segi material maupun peralatan. Untuk itu, baik sebagai asosiasi maupun sebagai perusahaan individu, mau tidak mau harus bersinergi untuk meningkatkan kapasitas kesiapan rantai pasok tersebut.Selain itu, Syarif juga menyinggung masalah spesialisasi, dimana penyedia jasa konstruksi ke depan akan mengarah kepada kontraktor-kontraktor yang sifatnya spesialis.

Jika melihat jumlah kontraktor spesialis di Indonesia, berdasarkan data LPJK Nasional, saat ini jumlahnya tidak lebih dari 5.000-an kontraktor, dari sekitar 126.000 kontraktor yang ada. Ini menandakan, bahwa memang masih sedikit jumlahnya, jika dibandingkan di China, Eropa maupun Amerika, yang jumlah badan usaha jasa konstruksi spesialisnya sudah di atas 50 persen. Dan jika dikaitkan dengan regulasi yang ada, termasuk Peraturan Menteri No. 7/2019 memang sudah diarahkan kepada spesialisasi. Bahkan, untuk persyaratan lelang di atas Rp 200 milyar, harus sudah dinominasikan subkonnya spesialis.

Terkait program pengembangan SDM unggul di bidang konstruksi, Syarif menyampaikan pesan Menteri PUPR, bahwa pihaknya juga menyatakan komitmennya yang kuat dalam usaha peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi Indonesia dalam pembangunan infrastruktur, dengan terus melakukan percepatan sertifikasi tenaga konstruksi, khususnya di bidang pekerjaan campuran aspal panas (hotmix), melakukan kesepakatan kerjasama dalam peningkatan kompetensi bidang pekerjaan beton, yang akan diwujudkan secara nyata dalam bentuk pelatihan bagi tenaga kerja operator concrete batching plant.

Di akhir sambutannya, Menteri PUPR berharap, melalui Munas ke 6 AABI ini, semoga dapat membuahkan kesepakatan yang dapat membawa AABI ke arah yang lebih profesional dan berdaya saing tinggi. Ke depan, AABI harus tetap kompak dan kuat, jangan ada perpecahan hanya karena ada perbedaan di antara anggota.

Usai acara sambutan, dilanjutkan dengan penyerahan hasil kajian seminar kepada Menteri PUPR yang diwakili Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR tentang: “Perancangan Sistem Cakar Ayam Modifikasi untuk Perkerasan Jalan Raya dalam Rangka Pemindahan Ibukota Negara”, serta penyerahan Cendera Mata yang diberikan oleh Ketua Umum AABI-H.M. Zulkarnain Arief, didampingi Prof. Dr. Ir. Hary Christiady Hardiyatmo, M.Eng., DEA dan Prof. Ir. Bambang Suhendro, M.Sc., Ph.D.

Selanjutnya, Dirjen Bina Konstruksi-Dr. Ir. Syarif Burhanuddin, M.Eng, didampingi Ketua Umum DPP AABI Periode 2014-2019-H.M. Zulkarnain Arief, Ketua Dewan Penasehat DPP AABI 2014-2019-Haedar A. Karim, Ketua Umum BPP Gapensi-H. Iskandar Z. Hartawi, Prof. Dr. Ir. Hary Christiady Hardiyatmo, M.Eng., DEA dan Prof. Ir. Bambang Suhendro, M.Sc., Ph.D, secara resmi membuka acara Munas ke 6 AABI 2019 yang ditandai dengan pemukulan Rampak Gendang.

Hasil Munas Ke 6 AABI 2019

Munas Ke 6 AABI 2019 berlangsung sukses, serta menghasilkan berbagai keputusan untuk kemajuan organisasi, yang dilakukan melalui perubahan AD/ART AABI sebagai landasan berorganisasi dalam mendukung program pemerintah, yang fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

Dari beberapa keputusan penting yang dihasilkan oleh Munas ke 6 AABI, diantaranya adalah selain berhasil melakukan berbagai perubahan AD/ART yang disesuaikan dengan tuntutan organisasi dan menyusun program kerja dalam 5 tahun ke depan, Munas ke 6 AABI juga berhasil membentuk kepengurusan baru DPP AABI periode 2019-2024 dengan tertib, damai dan cukup demokratis.

etelah berhasil ditetapkan Susunan Kepengurusan DPP AABI periode 2019-2024, kemudian dilakukan pengesahan oleh Pimpinan Sidang Munas ke 6 AABI dan langsung dilakukan pelantikan H. M. Zulkarnain Arief yang terpilih sebagai Ketua Umum DPP AABI periode 2019-2024 masa bhakti 2014-2019. Selamat bekerja Pengurus DPP AABI Periode 2019-2024!.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top